Baru saja ini papa baca sebuah buku yang sangat indah nak, berisi tentang banyak pesan pesan kehidupan tersembunyi yang luar biasa.
Ada pesan yang papa terdorong untuk memasukkan kedalam blog ini sebagai pesan untuk kamu nak.
Ini papa kutip sedikit dari kata-kata dalam buku itu.
in a different dream I was asking a question. “How is it that you say all are equal, yet the obvious contradictions smack us in the face: inequalities in virtues, temperances, finances, rights, abilities and talents, intelligence, mathematical aptitude, ad infinitum?”
The answer was a metaphor. “It is as if a large diamond were to be found inside each person. Picture a diamond a foot long. The diamond has a thousand facets, but the facets are covered with dirt and tar. It is the job of the soul to clean each facet until the surface is brilliant and can reflect a rainbow of colors.
“Now, some have cleaned many facets and gleam brightly. Others have only managed to clean a few; they do not sparkle so. Yet, underneath the dirt, each person possesses within his or her breast a brilliant diamond with a thousand gleaming facets. The diamond is perfect, not one flaw. The only differ- ences among people are the number of facets cleaned. But each diamond is the same, and each is perfect.
“When all the facets are cleaned and shining forth in a spectrum of lights, the diamond returns to the pure energy that it was originally. The lights remain. It is as if the process that goes into making the diamond is reversed, all that pres- sure released. The pure energy exists in the rainbow of lights, and the lights possess consciousness and knowledge.
“And all of the diamonds are perfect.”
dari buku Many Lives Many Masters karangan dr.Brian Weiss
Dalam kehidupanmu ini, kamu akan menemukan banyak macam sifat, karakter, dan kepribadian manusia nak.
Kamu akan bertemu dengan orang yang begitu murah hati, dan kamu juga akan bertemu dengan orang yang begitu pelit.
Kamu juga akan bertemu dengan orang yang begitu sombong, ataupun orang yang begitu rendah hati.
Kamu akan bertemu juga dengan orang yang ber-temperamen tinggi / pemarah, atau bertemu dengan orang yang sangat sabar.
Kamu akan bertemu orang yang sangat pandai, dan juga kamu akan bertemu dengan orang yang begitu bodoh.
Dan masih banyak macam lagi.
Sebagian besar dari orang-orang itu papa sudah pernah ketemu nak, dan papa yakin nanti kamu juga akan bertemu.
Awalnya, karena papa ini orang yang keras, sangat sulit menerima setiap sifat negatif dari orang lain. Papa selalu jengkel, marah, dan bad mood saat bertemu dengan orang orang ini.
Sampai suatu saat Alam semesta ini berbaik hati untuk membukakan kelemahan-kelemahan yang ada di dalam diri papa sendiri, dan menyadarkan bahwa bukan hal yang mudah untuk mengubah atau memperbaiki kelemahan yang papa punya.
Akhirnya papa tersadar, ternyata memang begitulah cara alam semesta ini menyeimbangkan dirinya.
Adanya orang yang begitu murah hati adalah untuk menolong orang yang membutuhkan, demikian adanya orang yang begitu pelit untuk memberi pelajaran untuk orang yang malas.
Adanya orang yang begitu sombong adalah untuk membentuk orang yang selalu bertindak semaunya sendiri, demikian juga adanya orang rendah hati untuk memberi semangat orang yang lemah.
Adanya orang yang bertemperamen tinggi/pemarah adalah untuk membentuk orang yang tidak mau belajar dari kesalahannya, demikian juga adanya orang yang sangat sabar untuk mendidik orang yang bebal.
Persis seperti adanya Baik dan Buruk, Siang dan Malam, Panas dan Dingin, Pria dan Wanita, dan lain sebagainya. Masing-masing mempunyai fungsinya sendiri, dan digunakan oleh alam semesta ini untuk menjaga keseimbangannya. Itulah yang disebut dengan “Yin-Yang” dalam filosofi Chinese, dan juga dikenal dengan “Rwa Bhineda” dalam ajaran Hindu.
Belajarlah untuk dapat menjadi tenang dan bijaksana nak, untuk dapat melihat setiap kejadian di sekelilingmu ini sebagai suatu keseimbangan alam semesta.
Saat ada orang yang marah dengan kamu, pakailah kemarahan itu sebagai bahan introspeksi diri, barangkali ada hal yang harus kamu perbaiki karena kamu sudah merugikan orang lain.
Saat ada orang yang begitu sombong didepanmu, pakailah kesombongannya itu sebagai bahan introspeksi diri, barangkali itu teguran karena kamu terlalu semaunya sendiri dan merugikan orang lain.
Saat ada orang yang bermurah hati, pakailah juga kemurahhatiannya sebagai bahan untuk introspeksi diri juga.
Dari pengalaman papa, kadang-kadang alam semesta ini punya cara yang lucu nak. Dia bisa menggunakan kesombongan orang lain untuk menegur kita karena kita ini terlalu sombong. Dia bisa menggunakan kemurah hatian orang lain untuk menegur kita karena kita kurang murah hati. Bahkan kadang-kadang Alam semesta ini menggunakan kesombongan kita sebagai teguran bahwa kita ini terlalu sombong dengan menggunakan balasan yang kita dapatkan, yang sering kali orang menyebutnya dengan istilah karma.
Renungkanlah semua ini ya anakku, banyaklah bertanya kedalam dirimu, bertanya kepada dirimu sendiri, kepada hati keci yang telah diberikan oleh Tuhan untuk menolongmu menjalani kehidupanmu.
Apapun itu nak, tetaplah tenang dan bijaksana, dan pakailah setiap kejadian sebagai bahan untuk introspeksi diri, karena apapun yang keluar dari tubuhmu, baik itu tingkah lakumu, perkataanmu, pikiranmu, sifat dan sikapmu, semua berasal dari dalam dirimu, terutama dari hatimu.
Belajarlah untuk melihat Berlian yang ada di dalam setiap orang dan setiap keadaan. Karena tidak ada manusia atau keadaan yang sepenuhnya baik, dan tidak ada manusia atau keadaan yang sepenuhnya buruk, tetapi semua manusia ataupun keadaan itu akan digunakan oleh alam semesta ini untuk kebaikan.
Apa kamu merasa Sulit ya nak?
Papa dan Mama bahkan sampai saat ini masih terus belajar mengenai hal ini(dan sering kali juga gagal). Dan sepertinya memang hal ini tidak akan pernah habis untuk dipelajari. Tapi terus belajar nak, jangan pernah menyerah dan lakukan terus menerus sebagi bahan latihan dalam perjalanan hidupmu.