Anak ku, ini adalah pesan pertama dalam blog ini. Papa sengaja memilih judul “Tak perlu percaya Tuhan untuk menjadi orang baik” karena memang masalah ini papa dan mama anggap sangat penting.
Banyak orang yang keliru dalam menghubungkan antara perbuatan baik dengan Tuhan/Agama.
Dibawah ini papa ambilkan petikan kata kata Bapa Suci Fransiskus sebagai bahan perenungan.
Tak perlu percaya Tuhan untuk menjadi orang baik/bermoral. Tuhan sebagai sumber moralitas adalah konsep usang. Seseorang bisa saja spiritual tapi tidak relijius. Pergi ke gereja, menerima komuni, dan memberikan kolekte bukanlah syarat moralitas. Alam semesta adalah gereja bagi banyak orang. Dalam sejarah, banyak kebaikan diperbuat oleh manusia yang tidak percaya akan Tuhan ataupun Dewa Dewi. Sebaliknya banyak pula perbuatan buruk dalam sejarah dilakukan manusia atas nama Tuhan
~Paus Fransiskus~
Anak ku, sekali lagi renungkan ucapan dari Bapa Suci Fransiskus ini.
Bukan berarti papa menganjurkan kamu untuk menjadi orang yang tidak beragama atau agama itu tidak penting, tetapi papa ingin mengingatkan kamu bahwa perbuatan baik ataupun buruk yang kamu lakukan, tidak ada hubungannya dengan Agama yang kamu pilih.
Masing masing(perbuatan baik dan agama) adalah sebuah pilihan hidup nak.
Kamu bisa saja memilih untuk berbuat tidak baik ataupun memilih untuk berbuat baik, pilihan ada ditangan mu.
Tetapi pada pesan pertama ini papa ingin mengingatkan bahwa didalam setiap pilihan dalam hidupmu, selalu ada konsekuensi yang harus kamu terima.
Seperti halnya seorang pencuri. Saat seorang pencuri tertangkap, dari keadaan pada saat papa menulis pesan ini, minimal pencuri itu akan dihakimi langsung oleh warga (dihajar sampai babak belur atau bahkan lebih parahpun bisa terjadi saat ini). Atau kalaupun kebetulan bertemu dengan warga yang cukup baik dan hanya dilaporkan kepada polisi, pencuri itu tetap harus menjalani hukuman penjara.
Apapun agama yang kamu pilih nanti nak, kamu tidak akan secara otomatis pasti menjadi orang yang baik, tetapi masih saja kamu bisa memilih untuk berbuat tidak baik.
Tetapi harapan papa dan mama, kamu akan selalu memilih langkah “menjadi orang baik” nak.
Ow iya, sebelum papa lupa, walaupun kamu akhirnya selalu memilih menjadi orang yang baik, bukan berarti semuanya akan baik baik saja nak. Papa dan mama pun pernah mengalami, walaupun papa dan mama sudah berbuat kebaikan, tetapi tetap menerima konsekuensi yang tidak enak.
Saran papa, tetaplah berbuat baik nak, abaikan semua konsekuensi tidak enak yang terjadi. Karena ternyata, dari apa yang saat ini papa dan mama alami, konsekuensi tidak enak itu hanya sementara.
Demikian sebaliknya bila kamu memilih untuk tidak berbuat baik, kamu mungkin menerima konsekuensi yang baik/enak, yang dari pengalaman papa dan mama ternyata hanya sementara juga.
Kalau saat ini kamu bingung dalam menentukan pilihan untuk menjadi baik, caranya gampang kok nak.
Kamu hanya perlu mempelajari lebih dalam Agama mu, karena didalam agama mu sudah ada panduannya. Yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan compassion(belas kasihan).
Setidaknya ini yang papa dan mama terapkan dalam hidup kami sampai saat ini.